Selasa, 03 April 2012

Mengenal Lensa DSLR

Lensa kamera DSLR sangat beragam jenis dan macamnya. Untuk memutuskan kita mau beli lensa akan cukup membingungkan. Tapi dengan sedikit penjelasan dibawah ini semoga anda mendapatkan pandangan yang cukup dalam mengenal lensa kamera DSLR. Pada lensa DLSR, selain berbeda jenis atau tipenya juga akan ada perbedaan didalam harga, perbedaannya cukup mencolok, mulai dari kurang dari Rp. 1 juta hingga ratusan juta Rupiah. Hal ini jelas membuat kita bingung yang berencana untuk membeli kamera DSLR atau menambah koleksi lensanya. Penjelasan mengenai lensa DLSR ini bersifat umum dan simpel tapi cukup untuk mengenal apa saja yang ada pada lensa DLSR. Pada prinsipnya lensa DLSR dibagi dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan diameter, jenis dan berdasarkan bukaan diafragmanya.




DIAMETER LENSA
Pada diameter lensa, kini dikenal dua golongan umum yaitu:

1.   Lensa Full-Frame (35mm). Untuk lensa full-frame, diameter optiknya lebih besar daripada lensa crop sensor. Hal ini karena lensa full-frame didesain untuk bisa dipakai di DSLR full-frame dan SLR film 35mm. Di pasaran, kita perlu mengenali kode yang menunjukkan lensa full-frame, misalnya EF untuk Canon, FX untuk Nikon, DG untuk Sigma dsb.

2.    Lensa Crop Censor. Lensa Crop Censor berukuran lebih kecil, didesain untuk DSLR dengan sensor yang lebih kecil dari sensor full-frame, yaitu sensor APS-C (Canon, Nikon, Pentax, Sony) dan sensor Four Thirds (Olympus). Lensa ini memiliki diameter yang lebih kecil dari lensa fll-frame, meski tetap memiliki desain mounting yang sama. Artinya, kita bisa saja memasang lensa crop sensor ini pada DSLR full frame, namun pada hasil fotonya akan terdapat lingkaran di bagian luar foto (vignetting) akibat ukuran sensor yang lebih besar dari diameter lensa. Lensa crop sensor ini dikenali dari kodenya seperti EF-S untuk Canon, DX untuk Nikon, DC untuk Sigma, DA untuk Pentax dsb.

Gambar di samping menunjukkan perbedaan ukuran antara sensor APS-C dan sensor full-frame 35mm. Lingkaran merah menunjukkan diameter lensa full-frame dan lingkaran hijau menunjukkan diameter lensa crop. Tampak kalau diameter lensa crop telah didesain untuk menyesuaikan ukuran bidang sensor APS-C yang memang lebih kecil dari sensor 35mm. Adakalanya pemilik kamera APS-C justru memakai lensa full frame. Hal ini disebabkan karena untuk kebutuhan profesional kebanyakan lensa yang tersedia adalah lensa full-frame. Contohnya, untuk kebutuhan profesional, pemakai kamera EOS 7D akan memilih lensa EF 70-200mm.







JENIS FOKAL LENSA
Ditinjau dari jenis lensa, ada dua kelompok utama yaitu Lensa Fix (prime) dan lensa zoom. Simpel saja, Lensa Fix artinya hanya memiliki satu nilai panjang fokal, sedang lensa zoom bisa berubah dari fokal terpendek hingga terpanjang. Lensa zoom sendiri terbagi atas beberapa rentang fokal, seperti zoom wide, zoom normal dan zoom tele. Ada juga lensa sapu jagad, alias bisa bermain zoom dari wide hingga tele yang praktis untuk dibawa bepergian. Kali ini kami uraikan untung rugi dari tiap pilihan yang ada:

Lensa Prime/Fix

Canon EF 50mm f/1.8
Lensa prime adalah lensa yang hanya punya satu nilai fokal, misal 35mm, 50mm, 100mm dsb. Lensa jenis ini umumnya punya bukaan maksimal yang besar, misal f/1.4 atau f/1.8 sehingga cocok untuk dipakai saat low light. Meski ada berbagai macam pilihan fokal dari Lensa Fix di pasaran, namun yang paling populer adalah lensa 50mm karena punya fokal dengan perspektif normal.

Daya tarik dari Lensa Fix ini adalah:
·         Relatif murah
·         Ukurannya kecil dan ringan
·         Hasil foto sangat tajam
·         Karena punya bukaan besar, bisa menghasilkan DOF yang tipis
·         Karena punya bukaan besar, bisa diandalkan untuk low light

Adapun hal yang kurang menyenangkan dari Lensa Fix adalah lensa ini tidak bisa berganti fokal sehingga untuk merubah posisi fokal kita harus maju atau mundur terhadap objek.

Lensa Zoom Wide

Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5

Lensa Zoom Wide adalah lensa zoom yang memiliki rentang fokal wideangle mulai dari 10mm hingga 30mm, sehingga cocok untuk landscape dan arsitektur meski kurang cocok untuk potret karena adanya distorsi. Daya tarik lensa zoom wide diantaranya:

·         Mampu menghasilkan foto dengan angle dengan kesan luas dan dramatis
·         Cocok untuk kebutuhan profesional dan komersil

Namun demikian lensa zoom wide dijual dengan harga yang relatif mahal karena tingginya tingkat kesulitan dalam mendesain lensa tersebut. Dipasaran, lensa semacam ini dijual sekitar harga Rp. 6 juta hingga Rp. 12 juta.

Contoh lensa Zoom Wide lainnya:
·         Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5
·         Pentax DA 12-24mm f/4
·         Sony SAL-DT 11-18mm f/4.5-5.6
·         Olympus Zuiko 9-18mm f/4-5.6
·         Sony SAL DT 11-18mm f/4.5-5.6
·         Rekomendasi untuk 3rd party: Tokina 11-16mm f/2.8

Lensa Zoom Normal/Standar (General Purpose)

Canon EF 24-70mm f/2.8L USM
Adalah lensa zoom yang memiliki rentang fokal yang dianggap memenuhi kebutuhan wide hingga tele biasa. Lensa semacam ini mampu mengakomodir rentang fokal normal di kisaran 50mm sehingga mampu menghasilkan foto yang rendah distorsi, dan menghasilkan persepektif yang sama seperti apa yang dilihat oleh mata manusia. Lensa zoom normal akan semakin mahal bila memiliki bukaan besar apalagi bila punya bukaan konstan f/2.8 yang tergolong kelas profesional.

Contoh lensa Zoom normal kelas mahal:
·         Lensa 24-70mm f/2.8
·         Lensa 17-55mm f/2.8

Sedangkan lensa Zoom normal ekonomis diantaranya:
·         Canon EF-S 17-85mm f/4-5.6
·         Nikon AF-S 16-85 f/3.5-5.6
·         Pentax DA 17-70mm f/4
·         Sony SAL DT 18-70mm f/3.5-5.6
·         Olympus Zuiko 14-54mm f/2.8-3.5
·         Rekomendasi 3rd party: Sigma 17-70mm f/2.8-4


Lensa Zoom Tele

Canon EF 70-200mm f/2.8
Lensa zoom tele ini menjadi salah satu lensa yang favorit banyak orang karena kemampuannya untuk dipakai memotret obyek yang jauh, ditambah lagi harganya yang cukup terjangkau. Belum lagi lensa tele mampu menghasilkan foto dengan bokeh yang baik (DOF tipis), bisa dibilang hampir menyamai hasil yang didapat dengan memakai lensa prime.
Namun perlu diingat kalau lensa zoom tele berkisar di fokal tele diatas 100mm, sehingga rentan goyang akibat getaran tangan. Untuk itu para profesional lebih memilih lensa tele bukaan besar dan ditambah fitur stabilizer, sehingga lensa tele masih bisa dipakai di saat kondisi kurang cahaya.

Lensa zoom tele terbagi dua kelompok, yaitu kelompok profesional dan kelompok biasa.

Untuk Zoom Tele Profesional:
·         Nikon AF-S 70-200mm f/2.8 VR
·         Pentax DA 60-250mm f/4
·         Sony SAL 70-200mm f/2.8
·         Olympus Zuiko 90-250mm f/2.8
·         Rekomendasi 3rd party: Sigma 70-200mm f/2.8

Sigma 70-300mm f/4-5.6



Untuk zoom tele biasa, umumnya terdapat pilihan 70-300mm yang fokal telenya cukup panjang dan 55-250mm yang lebih ekonomis. Perhatikan kalau lensa tele ekonomis punya variabel aperture (misalnya f/4-5.6), sehingga bukaannya akan semakin mengecil saat lensa di-zoom maksimal. Maka itu lensa tele semacam ini dihindari oleh para profesional karena sulit diandalkan di saat perlu speed tinggi.






Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6


Meski demikian, lensa tele ekonomis seperti ini laris manis karena harganya murah dan hasil fotonya di tempat yang cukup cahaya masih sangat baik. Jadilah lensa semacam ini menjadi lensa favorit untuk kebutuhan harian dan untuk sekedar hobi.





Lensa Zoom All-Round/Super Zoom/Sapu Jagad

Canon EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS
Adalah istilah untuk lensa zoom dengan kemampuan mencover rentang wide hingga tele yang ekstrim, hingga lensa ini mampu menggantikan beberapa macam lensa sehingga praktis dipakai kemana saja. Umumnya lensa ini memiliki rentang fokal 18-200mm, meski ada juga yang bisa mencapai 18-270mm. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih lensa jenis ini:
·  Lensa ini praktis namun tergolong mahal
·  Lensa ini hanya tersedia untuk jenis variable aperture saja
·  Kemampuan optik dari lensa ini tergolong pas-pasan (karena banyaknya elemen  optik di dalamnya).
. Usahakan memilih lensa jenis ini yang dilengkapi dengan fitur stabilizer optik.  Lensa Canon seperti foto ini sudah dilengkapi dengan Image Stabilizer (code lensa ditanda dengan IS)

Tamron 18-270mm f/3.5-5.6 VC












Sekian. Semoga Bermanfaat....!!!
Salam....















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...